Jujur Bersuara

HEADLINE

Antrean Gas Sempat Viral, Pemkab Lampung Barat Salurkan 360 Tabung di Gedung Pancasila


Lampung Barat – Sempat viral di media sosial video warga yang mengantre panjang untuk mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akhirnya menyalurkan tambahan pasokan guna merespons kelangkaan yang terjadi di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir.


Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Koprindag), pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 360 tabung gas elpiji 3 kilogram melalui program operasi pasar kepada masyarakat. Penyaluran tersebut dipusatkan di Gedung Pancasila, kompleks Pemda Lampung Barat, dengan pengamanan ketat dari personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran. Jumat, (6/3/2026).


Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Syafarudin, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan penambahan pasokan kepada Pertamina sejak tanggal 4, menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas subsidi.


“Sebagai tindak lanjut dari kondisi yang terjadi, kami telah mengirimkan surat permohonan ke Pertamina. Alhamdulillah tambahan pasokan bisa direalisasikan dan hari ini disalurkan kepada masyarakat,” ujar Syafarudin dilokasi.


Ia menjelaskan, penyaluran tambahan tersebut dilakukan melalui agen yang ditunjuk oleh Pertamina, yakni PT Rachmat Abadi.


“Sebanyak 360 tabung gas elpiji 3 kilogram disalurkan kepada masyarakat. Untuk penyalurannya ditunjuk oleh Pertamina melalui PT Rachmat Abadi,” tambahnya.


Salah seorang warga Way Mengaku, Anis, mengaku merasa terbantu dengan adanya distribusi gas tersebut. Menurutnya, selama beberapa hari terakhir masyarakat cukup kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram sehingga harga di tingkat pengecer sempat melonjak.


“Kami senang sekali dengan adanya langkah dari pemerintah ini. Sekarang bisa beli dengan harga Rp20 ribu. Sebelumnya saya sempat beli sampai Rp25 ribu, baik di warung maupun di pangkalan karena gas sempat langka,” ujarnya.


Sebelumnya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sempat terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Kondisi tersebut membuat warga harus mengantre panjang demi mendapatkan gas subsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.


Dari pantauan di Pekon Padang Cahya dan Pekon Sebarus, Rabu (4/3/2026), puluhan warga terlihat sudah berdatangan sejak sore hari dengan membawa tabung kosong. Antrean bahkan mengular hingga puluhan meter di depan pangkalan.


Mayoritas warga yang mengantre merupakan ibu rumah tangga yang khawatir tidak kebagian, karena pasokan yang datang terbatas dan seringkali cepat habis.


Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi gas elpiji 3 kilogram di lapangan. Pasalnya, kelangkaan yang terjadi tidak hanya berdampak pada sulitnya akses masyarakat terhadap gas subsidi, tetapi juga memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.


Masyarakat berharap langkah cepat pemerintah dalam menambah pasokan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga diikuti dengan pengawasan distribusi yang lebih ketat agar gas elpiji bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tetap dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.


(Daniel)

Tidak ada komentar