Parosil Mabsus Tegur SPPG Soal Sanitasi MBG, Jangan Timbulkan Masalah Lingkungan
LAMPUNG BARAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara terbuka mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar serius menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Penegasan tersebut disampaikan Parosil saat mengumpulkan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi se-Kabupaten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin (23/2/2026). Ia menilai, pengelolaan sampah dan sisa makanan MBG berpotensi menimbulkan keresahan jika tidak ditangani dengan baik.
Dalam arahannya, Parosil menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari tersalurnya makanan, tetapi juga dari standar kebersihan, higienitas, dan ketepatan waktu distribusi, terutama selama Bulan Suci Ramadhan.
“Menu harus benar-benar sehat dan higienis, distribusinya tepat waktu. Tapi yang tidak kalah penting, pengelolaan sampahnya. Jangan sampai program baik justru memunculkan persoalan lingkungan,” ujar Parosil.
Ia mengingatkan, lemahnya penanganan limbah makanan dapat berdampak langsung pada kenyamanan warga sekitar lokasi SPPG. Karena itu, Parosil meminta setiap SPPG memiliki solusi konkret dan terukur dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, jika SPPG belum mampu menangani persoalan tersebut secara mandiri, maka opsi kerja sama lintas sektor perlu dipertimbangkan. “Ke depan bisa saja dilakukan kerja sama dengan dinas lingkungan hidup melalui nota kesepahaman,” katanya.
Meski demikian, Parosil menegaskan pemerintah daerah tetap membuka ruang bagi inovasi. Ia berharap pengelolaan sampah MBG justru dapat diolah agar memiliki nilai manfaat, bukan menjadi sumber pencemaran.
“Intinya, jangan sampai lingkungan tercemar dan warga merasa terganggu. Program ini harus membawa manfaat, bukan masalah baru,” pungkasnya.(Daniel)

Tidak ada komentar